HUTAN ANAK NEGERI — RAMBAY
Membaca Hutan, Mendengar Cerita dari Dalamnya
Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi
Ada cara untuk mengenal sebuah hutan yang tidak cukup dilakukan dari balik meja.
Kita perlu datang, berjalan, melihat alir airnya, mengenali bentangnya, dan mendengar cerita orang-orang yang hidup di sekitarnya.
Di Desa Rambay, langkah awal Hutan Anak Negeri (HAN) dimulai dari proses tersebut.
Yayasan Lintas Senyum Anak Negeri (Lintasan) bersama Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) mulai melihat lebih dekat potensi dan tantangan kawasan—bukan hanya dari sisi hutannya, tetapi juga bagaimana kawasan tersebut dapat terus memberi manfaat bagi masyarakat tanpa kehilangan fungsi alaminya.
Dari lapangan, banyak hal mulai terlihat.
Aliran air, vegetasi, kondisi kawasan, potensi yang dapat dikembangkan, hingga berbagai kemungkinan program yang kelak dapat mendukung masyarakat dan kelestarian alam.
Bagi Lintasan, ini bukan sekadar kunjungan lapangan.
Ini adalah bagian dari proses membangun perencanaan bersama, memperkuat kapasitas LPHD, dan mencari bentuk program yang benar-benar sesuai dengan karakter kawasan dan kebutuhan masyarakat.
Karena kami percaya, menjaga hutan tidak cukup hanya dengan mengatakan “lestarikan alam.”
Kita perlu memahami apa yang ada di dalamnya, siapa yang menjaganya, bagaimana masyarakat dapat memperoleh manfaat secara berkelanjutan, dan bagaimana berbagai pihak dapat bekerja bersama.
Dari Rambay, perjalanan Hutan Anak Negeri dimulai—dengan melihat lebih dekat, mendengar lebih banyak, dan merencanakan langkah bersama.
Hutan Anak Negeri
Menghubungkan Alam, Masyarakat, dan Masa Depan.